TAFSIR BEAUTY AND THE BEAST

OLEH : HENRINA

Beauty and the beast, kali ini bukan untuk membahas lagu atau film dari negeri barat yang sudah kondang gulindang. Tapi kali ini akan membahas kecantikan versu keburukan. Why ??? supaya kita bisa membedakan mana cantuik betulan dan mana yang palsu atau beast yang dibungkus sedemikian rupa sehingga kehilangan bentuk aslinya dan terlihat cantik semu.
Beauty, perumpuan mana yang tidak mau disebut beatifull ? pasti deh hidungmu bakal kembang kempis kalau ada yang bilang how beautiful yau are. Apalagi kalau bodimu menunjang dengan tubuh yang semampai(bukan semester tak sampai), langsing, putih dan rambut indah terurai. Walah…seperti iklan-iklan di televisi. Kamupun pasti percaya seratus persen bila ada yang memuji bahwa kamu terlihat cantikdengan modal sedemikian rupa. Sudah tidak keingat lagi kalau tiu semua rayuan gombal yang pasti ada mau.
Sedangkan bagi kamu yang nggak punya ciri-ciri diatas, pasti Cuma manyunkarena merasa diri nggak cantik. Udah tubuh kalau nggak kelewat kurus pastilah kelewat gemuk, kulit cokelat kusam plus rambut yang keriting.duh, seakan-akan kelahiranmu di dunia menjadi sebuah kutukan dengan penampilan seperti ini. Kamu menjadi perempuan paling merana sedunia karena tidak ada sedikitpun criteria cantik yang bisa dibanggakan. Tapi apa iya sih, definisi cantik Cuma yang kayak gini saja ??
Cantik, bagaimanakah ??


Beauty is in the eye of the beholder, kecantikan itu tergantung siapa yang melihat dan menilai. Di jaman kiasar Romawi dulu, perempuan cantik adalah yang bertubuh gendut dan subur. Kalau nggak percaya, coba lihat buku komik koleksimu. Yang jadi primadona kebanyakan perempuan bertubuh subur dan bukannya sikurus kering. Perempuan kurus dianggap kurang gizi dan tidak menarik. Seiring perkembanga wakut criteria cantik menjadi berubah. Karena manusia terutama perempuan mempunyai kecenderungan mudah menjadi gemuk daripada kurus. Maka ada pihak-pihak tertentu meliahat peluang ini. Di ciptakan stereotip perempuan cantik itu dengan yubuh yang lang sing dan cenderung kurus. Model-model iklan dan peragawati adalah ikon untuk mengopinikan bagaimana m,enjadi perempuan cantik. Berlomba-lombalah para perempuan seluruh dunia meniru ikon itu. Obat pencahar dengan berbagtai merek laris manis diserbu perempuan supaya dirinya bisa menjadi langsing dan kurus.
Barbie adalah gambaran sempurna tentang sosok perempuan ideal dalam bentuk boneka. Tubuh ramping, bagian pinggul bak gitar spanyol, hidung mancung, mata biru, bibir tipis, kulit putih dan rambut pirang. Perempuan seluruh dunia pun berlomba-lomba meniru sosok ini tak peduli dengan cara apapun. Jadilah laris manis obat pelurus rambut, pemutih kulit, pelangsing tubuh, hingga dokter bedah untuk kecantikan .
Perempuan gendut dengan kulit cokelat atau hitam dicitrakan sebagai perempuan jelek di banyak film-film produksidalam dan luar negeri. Diopinikan dengan gencar agar para perempuan marasa malu menjadi gendut dan berkulit yang tidak putih. Jadilah perempuan bukan lagi sibuk mengurusi akhlak, upgrade pemikiran, dan iman tapi malah pusing mikirin berat badan, kosmetik terbaru apa yang lagi in. atau baju model apa yang lagi musim. Bagi yang berduit operasi plastic memancungkan hidung, sedot lemak, menghilangkan kerut wajah hingga (maaf) payudara pun dipermak disana-sini. Tujuannya tampil cantik secara fisik. Padahal, kecantikan fisik sama sekali tidak berbanding lurus dengan kecantikan akhlak dan sikap. Seperti inikah gambaran cantik yang kita inginkan ??
Siapakah si cantik itu (beauty) ??
Si cantik atau the beauty adalah seseorang yang padanya terpancar kecantikan alami dan sejati. Bukan cantik yang pura-pura dengan memakai topeng kosmetik atau pun kesemuan yang pasti akan luntur.
Si cantik ini adalah yang mempunyai beauty luar dan dalamdengan bukti akhlak yang baik, otak yang cerdas, dan paling utama adalah iman yang mantap. Kamu bakal merasakan seseorag itu cantik ketika kamu merasa selalu bisa inntropeksi bila berinteraksi dengannya.
Kulit si cantik selalu terlindung dibalik kainkerudung (khimar) dan jilbabnya. Hanya laki-laki yang bertanggung jawab saja yang mampu menyibak pesona kecantikan alami yang ada dibaliknya. Bukan tropi kuningan, segepok rupiah ataupun secarik kertas penghargaan. Tapi nilai kecantikan perempuan ini adalah dunia dan akhirat. Tak ada harta dunia yang mampu membelinya. Biar kata secara fisik si cantik menurut pendapat orang , perempuan jenis ini tak pernah ambil pusing. Kurus atau gendut bukan masalah besar lagi asalkan pola hidup sehat telah dijalankan. Karena tak dipungkiri ada perempuan yang membawa gen keluarga yang memang bertubuh gendut meski pola makannya sedikit.
Kulit tak harus putih asal selalu ditutup dengan sempurna sesuai perintah Allah. Hidung pesek, bibir yang tak setipis bibirnya Cindy Crawford, dan dagu yang sederhana tak seseksi dagu Nadine Candrawinata, itu semua nggak masalah sama sekali. Bahkan Maha Sempurna Allah yang maha tahu proporsi ideal wajah perempuan. Meski pesek tapi masih terlihat manis dengan ghodul bashor-nya (menundukkan pandangan) mata karena takwa. Bibir meski tak tipis selalu dibasahi dengan dzikirullah dan kalimat yang baik menjadikannya terlihat indah.
Sunngguh, kecantikan alami akan terpancar dari perempuan semacam ini. Bila ada senyum terukir, bukan demi gelar acara beauty pageant. Tapi semata-mata keramahan tulus yang hadir bernilai sedekah dan menuai pahala. Pancaran matanya bening bukan genit. Ayunan langkahnya ringan ke majelis-majelis ilmu dan dakwah. Cantik jenis ini tak akan pernah lekang dimakan usia dan zaman. Jadi meskipun satu ketika nanti masa muda pergi dan digantikan oleh masa tua, perempuan ini akan tetap terlihat cantik dimata siapapun yang memandang. Yang begini inilah yang pantas disebut inner beauty sejati.
Siapakah si jelek (beast) ??
Si jelek atau the beast adalah mereka yang mempunyai kecantikan semu dan penuh kepura-puraan. Kecantikan yang terpancar darinya Cuma sebatas permukaan dan penuh dengan polesan disana-sini. Semua yang ada di dirinya serba palsu, ya senyumnya, ya ketulusannya, dan lain-lain deh. Mereka ini ibarat manekin yang bisa berjalan. Tahukan apa itu manekin ? boneka cantik yang biasa dipajang di took-toko baju, diam tak bergerak, tak punya otak. Namanya juga benda mati. Kecantikan jenis ini sanga suka dengan kilatan kamera dan rekaman video. Setiap inci senyumnya ada yang nge-shoot. Tanpa itu semua nggak bakal daia mau senyum ataupun berbuat baik pada sesame. Demi sekedar mendapat pengakuancantik, cewek-cewek seperti ini merasa perlu mengikuti berbagai jenis beauty pageant untuk mendapat pengakuan dari para juri. Kasihan banget khan, hanya sekedar untuk mendapat predikat puteri cantik, cewek ini kudu obral harga diri. Aurat diumbar kemana-mana, rasa malu sudah tergadaikan karena gepokan rupiah dan iming-iming ketanaran nama.
Jadi kamu jangan terkecoh dengan kecantikan jenis ini, selain nggak riil, kecantikan ini juga nggak bakal tahan lama. Berapa sih usia seseorang mampu bertahan dengan kulit mulus dan kencang ? beberapa tahun kedepan, kulit luar yang selalu dibanggakan itu akan kendor dan keriput. Biar kata krim awet muda merek apapun yang dipakai, nggak pernah ada krim yang mampu melawan jodrat alam dan sunnatullah. Menjadi tua adalah satu kepastian yang tak mungkin ditolak siapapun juga, kecuali kematian. Kalau sudah ngomongin kematian, yang namanya kulit semulus apapun ia hanyalah onggokan benda mati yang segera menjadi santapan cacing tanah. Secantik dan semolek apapunkulitnya, itu semua tidak ada gunanya bila ajal telah menjemput. Bahkan di akhirat kelak, kulit cantik yang kerjaannya umbar aurat ini akan menjdi kulit terjelek yang pernah ada. Kulit itu akan dibakar di api neraka karena suka dipamerkan kepada laki-laki yang tak berhak menikmatinya.
Siapakah di balik beauty and the beast ??
Sesuatu di balik beauty sudah jelas dong. Islam sebagai ideologi alias the way of life menciptakan perempuan-perempuan cantik luar-dalam. Islam mampu menghasilkan perempuan berkualiatas dalam posisinya sebagai manusia sesungguhnya, bukan boneka p bukan pula makhluk jadi-jadian. Maksudnya jadi-jadian adalah sosok yang tak mengenal dirinya sendiri dan bahkan merasa asing dengan kepribadiannya sendiri. Itu semua bisa terjadi karena tak pernah ada keraguan lagi bahwa islam berasal dari yang Maha menciptakan dan mengetahui kapasitas manusia dalam kedudukannya sebagai hamba. Seluruh aturan hidup yang diberikannya untuk manusia termasuk hamba berjenis perempuan semuanya pas dank lop dengan kebutuhan perempuan sendiri. Sebagai masal perintah menutup aurat ternyata selaras dengan kebutuhan perempuan untuk melindungi kulit lembutnya dari sengatan matahari. Tak perlu lagi berbgai jenis krim tabir surya yang dibeli itu semua ujung-ujungnya menguntungkan pengusaha kapitalis. Tapi ingat, ketika kamu menutup aurat bukan karena supaya kulit menjadi sehat. Tapi itu semua dijalankan dijalankan sebagai bukti kepatuhan kita pada Allah Swt.
Sedangkan sesuatu dibalik the beast adalah semua ideology yang tidak sesuai dengan firah kemanusian, tidak memuaskan akal dan pastinya menggelisahkan jiwa. Ini semua dipenuhi oleh dua ideologi besar dunia yaitu kapitalisme dan sosialisme. Karena sosialisme telah ambruk sebelum genap berumur satu abad, maka topik ini kita lewati saja. Focus kita tujukan pada kapitalisme yang saat ini seakan-akan telah menguasai dunia dengan akidah sekulernya yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Kapitalisme inilah yang menjadi biang kerok semua kerusakan di bumi termasuk hadirnya perempuan-perempuan sebagai the beast alias korban keserakahan para borjuis capital. Ideologi inilah yang menyulap perempuan lugu menjadi boneka-boneka manekin yang diberinya pakain tapi telanjang. Tubuh perempuan yang seharusnya dilindungi malah diumbar auratnya kemana-mana demi manangguk untung materi. Wajah perempuan juga tak ubahnya badut dan topeng karena tebalnya lapisan kosmetik membelit kulit. Dari ujung rambut yang penuh semprotan hair spray hingga ujung kaki yang penuh coretan kuteks, menjadikan perempuan tak bedanya dengan seonggok benda mati.
Kejamnya perlakuan kapitalisme terhadap perempuan seperti gambaran diatas, tidakah menggugah hati nurani dan akal kita untuk berontak ? Cuma mayat hidup yang rela dirinya dan ketinggian martabatnya sebagai manusia diinjak-injak sedemikian rupa.so, bila sudah tahu dampak buruk kapitalisme terhadap kehidupan. Ayo..bangkitlah para Sheina-sheina (meminjam istilah dari salah satu cerpen karangan Minhadzul Abidin ) sapeken kita sama-sama campakkan ideologi ini ke tong sampah peradaban. Kita ganti dengan ideologi islam..yup hanya islam saja jawabannya. Wallahu a’lam bi ash-shawab. []

Bersambung......

KADERISASI; MENJAWAB DINAMIKA PERGERAKAN HIMAS

Oleh : Mu’arif *


Di sela-sela perbincangan panjang dengan ketua Presidium Pusat Himas Saudara Minhajul abidin saat beliau berkunjung ke surabaya dalam rangka peresmian PW Himas Surabaya, saya pernah mengusulkan begini; himas harus melakukan pengkaderan sebagai transformasi ide dan wawasan (wawasan kei-Islaman, ke-umatan, ke-pulauan, serta wawasan ke-himasan) sekaligus sebagai proses regenerasi dan kesinambungan masa depan himas itu sendiri. Ada dua alasan yang menjadikan saya memberanikan diri mengusulkan itu. Pertama, alasan ideal dan faktual. Secara ideal, dalam sebuah organisasi pergerakan-apapun namanya pengkaderan atau kaderisasi adalah jantungnya organsasi. Estafet perjuangan harus ada yang meneruskan agar tidak terhenti sampai batas masanya, kader-keder selanjutnya itulah yang harus meneruskannya. Kedua, secara faktual, bahwa himas mempunyai banyak sekali potensi-potensi yang dimiliki anggotanya, jika potensi-potensi itu tadi dibiarkan dan tidak dipupuk serta diarahkan, dikhawatirkan potensi-potensi yang dimiliki itu secara perlahan akan “mati muda”. Kedua alasan inilah yang “menggelisahkan” saya dan harus segera dijawab oleh keluarga besar himas, dan alumni himas itu sendiri.
Setiap individu maupun masyarakat senantiasa hidup dan dihidupi oleh ide dan gagasan, dan imajinasi. Setiap anak terlahir dan tumbuh dalam asuhan budaya, dan sebagian dari anak-anak manusia ada yang memberikan kontribusi pengembangan budaya, namun ada pula yang merusak warisan dan tatanan budaya. Dalam kaitan ini, peran orang tua dan guru (termasuk kita) adalah bagaimana melatih dan mengantarkan anak-anak asuhnya agar mampu mengembangkan gagasan dan imajinasi secara bebas agar nantinya tidak mati muda.
Menurut gambaran Al Qur’an, kalimat thayyibah, ide yang baik, pikiran yang otentik adalah bagaikan pohon yang baik, akarnya menghujam di dalam bumi (ada kesinambungan dengan masa lalu) dan absah atau valid. Dan itu adalah yang dimaksud dengan ide pemikiran, gagasan memiliki akar pada tradisi dan budaya. Dan “Wafar’uha fi sama’” (dahannya menjulang tinggi ke langit), maksudnya pemikiran tersebut harus mampu memahami zaman yang paling kini.

Kenapa harus pengkaderan ?


Menginjak usia himas yang mendekati satu dasawarsa, himas banyak meninggalkan jejak perjalanan (agenda kegiatan, program, dll) da karir sejarah yang patut dibanggakan. Dalam perjalanannya sampai sekarang, himas terlihat masih mampu menjaga eksistensi dan dinamika gerakannya. Namun di balik kebanggaan dan perestasi yang tidak diragukan itu, ternyata himas juga tidka bebas dari berbagai kelemahan dan kekurangan. Kritik, gugatan, komentar, saran, dan harapan, sering dilontarkan oleh banyak kalangan kepada himas.
Eksistensi kader dalam sebuah organisasi menempati posisi yang sangat penting dan strategis. Untuk menciptakan suksesi dan regenarasi kepemimpinan secara lancar dan berkesinambungan, sangat membutuhkan tersedianya kader-kader pemimpin yang representatif untuk ditampilkan.
Hajat kebutuhan himas terhadap keberadaan kader tidak bisa dipungkiri lagi adalah sangat besar dan tidak bisa ditawar-tawar. Hal ini mengingat kesadaran himas sendiri, bahwa cita-cita dan tujuan organanisasi tidak akan bisa diwujudkan dalam tempo yang singkat oleh satu angkatan generasi. Tapi sesuai dengan tujuan jangka panjang dan besarnya cita-cia tersebut, maka untuk mewujudkannya membutuhkan proses dan tahapan jenjang yang berkesinambungan yang bertumpu pada generasi dan kader zamannya.
Dalam setiap tahap dan periode, keberadaan kader sangat diperlukan sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna cita-cita pembaharuan himas. Di samping itu, tersedianya kader-kader yang mapan secara berkesinambungan akan menjadi salah satu parameter keberhasilan himas dalam menata pembinaan kader dan pengembangan organisasi secara akseleraif, yang sesuai dengan dinamika dan tuntutan perembangan zaman.
Problem krisis kader merupakan sebuah masalah yang serius, dan sangat mendesak untuk segera ditangani dengan sungguh-sungguh. Implikasi lebih lanjut dari krisis kader seperti ini, akan menurunkan nilai dan kualitas organisasi itu sendiri dalam aktifitas dan dinamikanya. Karena pada dasarnya, krisis kader tidak hanya terbatas pada minimnya jumlah kader yang dibutuhkan, tetapi juga menunjukkan kurangnya kualitas dan kesiapan kader untuk menerima regenerasi kepemimpinan. Oleh sebab itu, signifikansi kader sesungguhnya terletak pada kualitas nilai-nilai lebih dalam pelbagai aspek untuk menyangga dinamika organisasi.
Merujuk pada asal dan makna katanya, kader dalam bahasa Perancis adalah Cadre, yang berarti bagian inti tetap dari suatu resimen, atau kelompok elit yang terpilih karena terpilih dengan baik. Sebagai kelompok elit yang terpilih dan terlatih dengan baik, maka kader tidak bisa dilahirkan dalam tempo yang singkat (instan), tanpa melalui proses pelatihan dan kaderisasi yang mapan. Kader-kader tersebut terbentuk melalui pembinaan dalam ajang pelatihan dan wahana proses didik dri yang terencana dan kontinyu (pengkaderan formal, non formal, dan informal).
Forum pengkaderan sebagai wahana didik diri dan pelatihan yang intensif, bisa dijadikan sarana untuk menyeleksi kader-kader dalam aspek kualitas dan kapasitas kepemimpinannya. Forum pengkaderan juga akan turut memperlancar terjadinya proyeksi “diversifikasi” dan “transformasi’ kader untuk setiap jenjang kepemimpinan.
Mengacu pada paparan tadi, yampaknya sudah sangat mendesak bagi himas untuk segera menangani dan membenahi problem kaderisasi dan kepemimpinan tersebut. Untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang lebih buruk bagi masa depan organisasi, beberapa point di bawah ini kiranya perlu mendapat perhatian yang seksama, sekalipun poin-poin ini baru merupakan sebagian dari upaya dan langkah untuk mengatasi krisis kader, demi terciptanya alur generasi kepemimpinan yang lancar.
Pertama, himas harus melakukan inventarisasi kader-kader muda potensial secara selektif. Kedua, intensifikasi kegiatan-kegiatan pengkaderan secara integral untuk membina dan mengembangkan lebih lanjut potensi kader-kader tadi dalam berbagai disiplin ilmu dan skill keorganisasian. Ketiga, membangun lembaga dan pusat pengkaderan (training centre) sebagai aktivitas, penelitian, dan pengembangan kader-kader muda himas. Keempat, mendinamisasikan “transformasi” dan “diversifikasi” kader, untuk menyalurkan dan mengembangkan potensi setiap kader, sesuai dengan keahlian dan kecenderungan bakatnya.
Pada praksisnya, upaya pembenahan ini dapat dilakukan dengan mendelegasikan peran dan tanggung jawab keorganisasian kepada kader-kader muda potensial tersebut. Dengan langkah-langkah ini pula secara langsung atau tidak, himas telah turut membentuk “kader-kader lepas” yang bisa diproyeksikan pada berbagai profesi dan dunia kegiatan di luar Himas.
Demikian beberapa gagasan yang tertuang dalam tulisan ini, sebagai bentuk partisipasi pemikiran untuk membenahi masalah kaderisasi di himas. Dengan harapan dapat menjadi agenda yang perlu dibicarakan lebih lanjut, atau setidaknya menjadi perhatian bersama seluruh keluatga besar himas akan arti penting dari keberadaan kader begi regenerasi kepemimpinan.
Sebagai penutup tulisan ini, meminjam Ahmad Wahib :”Untuk kita kegagalan himas adalah kegagalan satu generasi. Keberhasilan Himas adalah keberhasilan satu generasi. Himas yang lahir masa kini, bukan masa lalu. Dia ada kini buat nanti. kita desakkan perubahan-perubahan. Kita jelaskan kemungkinan-kemungkinan. bagi suatu senyum kecerahan”

* Penulis adalah Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus anggota Himas surabaya.
Himas gai dapuan sai-sai, gai dapu pendiri himas, gai dapu alumni, atau dapu ketua prsedium. Tapi dapuan te memon……..!

Bersambung......

MENEGUHKAN KEMBALI HIMAS SURABAYA

Oleh : Muarif

Menyambut baik I’tikad kawan-kawan mahasiswa sapeken yang berdomisili di Surabaya. Mereka kini-meminjam istilah ketua presidium pusat-“yang gelisah” menanyakan eksistensi himas yang telah lama goyah dan vakum (entah apa yang menyebabkan kevakumannya). Berangkat dari kegelisahan itulah mereka tidak ingin terperangkap oleh masa lalu yang kelam. Kemudian membangun komitmen bersama untuk memulai perjuangan baru untuk menjemput perubahan masa depan yang lebih gemilang. Namun yang kita harapkan bersama adalah jangan sampai kesolidan dan kebersamaan itu hanya “sepedas lombok” dan tidak hanya tampak dari luar, tapi dari dalam sangat rapuh, yang dalam istilah al quran disebut “Tahsabuhum jami’an wa qulubuhum syatta”.
Kenapa harus memulai dari Surabaya? Ada beberapa factor yang menjadi alasan mendasar, salah satunya adalah bahwa surabaya merupakan sentral gerakan dan paling dekat dengan isu-isu kepulauan. Karena itu, himas secara keseluruhan, dan secara khusus himas Surabaya harus mampu membaca arah perubahan jawa timur, dari sisi politik, pendidikan, ekonomi, social-budaya, serta kebijakan-kebijakan pemerintah, terutama berkaitan dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kepulauan.
Tanpa melihat kekurangan dan kesalahan masa lalu, kenapa himas Surabaya saat itu tidak bisa menunjukkan kesolidannya? Dalam pandangan saya, ada beberapa factor; pertama, kurangnya bahkan nyaris tidak adanya koordinasi antara pengurus wilayah (PW) Himas Surabaya dengan anggota himas yang lain. Kedua, mereka tidak kenal dengan himas, sehingga lahir pertanyaan; apa itu himas? Dan pertanyaan-pertanyaan yang senada. Ketiga, ada juga yang tahu himas tapi menunjukkan sikap apatis terhadap himas serta kondisi kepulauannya.

Kepulauan sapeken sekarang ini sedang “sakit parah” dan sedang menunggu generasi muda sapeken untuk menyembuhkan dan mengeluarkannya dari berbagai masalah. Peran dan tanggung jawab generasi muda sapeken kini sedang ditunggu. Kalau kita melihat dengan jernih, banyak sekali persoalan-persoalan kepulauan yang memerlukan solusi untuk keluar dari masalah-masalah itu. Salah satu contoh kecil, kita melihat dari Sumber Daya Alam (SDA) nya; terumbu karang rusak parah, kondisi laut yang tidak lagi bersahabat, penghasilan ikan kurang disebabkan rusaknya kondisi laut akibat bom ikan dan potassium. Dengan kata lain, tidak ada lagi yang bisa dibanggakan, bahkan disinyalir keadaan pulau-pulau kecil dan terpencil 10-20 tahun akan terancam punah akibat pemanasan global dan terjadinya erosi (kita berharap itu tidak terjadi di kepulaun yang kita cintai). Ditambah lagi Sumber Daya Manusia (SDM) nya yang semakin hari menunjukkan “menyimpang” dari moralitas dan etika. Prostitusi terselubung, tidak adanya kepastian hukum, carut-marutnya dunia pendidikan, dan lain sebagainya. Himas lah yang kemudian satu-satunya harapan dengan potensi generasi mudanya untuk merubah itu semu kea rah yang lebih baik.
Saya ingin menegaskan dan meluruskan pandangan bahwa himas itu katanya himpunan atau komunitas “kurang kerjaan” dan perubahan yang sering didengungkan himas hanyalah “mitos”. Himas itu bukan lagi dalam tataran itu, himas telah banyak membuktikan kesuksesan dan perestasi yang gemilang. Tinggal bagaimana kemudian kawan-kawan melanjutkan dan membuat perestasi-perestasi baru demi masa depan himas selanjutnya dan kepulauan sapeken.
Oleh karena itu, upaya untuk mengembalikan peran dan eksistensi himas secara universal adalah dengan membangun komitmen bersama dan meminimalisir sikap apatis terhadap himas, serta membuang jauh-jauh perasaan tidak memiliki dan kepentingan di himas. Aktivis sejati tidak pernah memikirkan apa yang ia dapatkan dari organisasi (terlebih himas yang primordial), tetapi ia berpikir apa yang ia berikan untuk organisasi. Dan ia tidak mencari kebesaran dalam organisasinya, tetapi bagaimana ia membesarkan organsisasinya.
Semesta masa depan sangat ditentukan oleh kinerja apa yang kita lakukan di hari ini. Hari ini harus senantiasa menjadi hari-hari penting untuk selalu meneropong diri dan masa depan, bangsa, Negara, kepulauan, umat dan himas itu sendiri. Tanpa teropong yang jeli, kita akan kehilangan jejak masa depan. Dengan teropong yang tajam dan cerdas, langkah kita untuk mengukir masa deopan itu sendiri akan semakin terarah karena kita memiliki gantungan wawasan. Wawasan inilah yang sesungguhnya menjadi inspirasi pencerahan setiap kita melakukan tindakan. Orang miskin wawasan, baik wawasan pemikiran, maupun wawasan kemanusiaan, akan miskin membangun peradabannya.
Harapan saya, semoga tulisan ini mampu memberikan “pencerahan” baru bagi proses penyadaran jati diri serta pembaruan himas (dan tentunya kepulauan sapeken yang tercinta) secara keseluruhan untuk meninggalkan “selimut sejarah” yang kelam. Dengan begitu, kita tidak lagi hidup dalam kegalauan. Semoga !
Itulah barangkali sebuah “renungan tengah malam” yang lahir dari rasa kegundahan saya. Jangan pernah menganggap perjuangan telah selesai padahal kita belum memulai. Sukses untuk Himas Surabaya…!!


Bersambung......

KETIKA CINTA DATANG MENGGODA


Oleh: Henrina

pendahuluan

Begitu banyak cerita, ada suka ada duka, namun yang ku tulis bukan cinta biasa ?? mereka yang sedang dilanda ‘virus’ cinta, hampir setiap hari bersenandung melantunkan lagu-lagu kesukaannya mulai dari lagu padi yang judulnya semua tak sama sampe lagu jika-nya Melly. Sekali waktu ia juga melantunkan lagu balonku ada lima dengan cengkok arab dalam versi qasidah.
( jangan-jangan kesemsem sama orang arab ni ?)
Cinta itu membuat segalanya berubah. Mereka yang tadinya pendiam bisa menjadi penyanyi dadakan. Yang okem juga tiba-tiba berubah menata perilakunya. Jangan heran binti kaget kalau meliat temenmu tiba-tiba menjadi kinclong ( panici kali ya? ). Padahal sebelumnya terkenal dengan atribut 4K; kusut, kummel, kucel, dan terakhir kutuan lagi. Hiii jijay deh. Kebayang kan drastis banget perubahannya ?. api cinta memang nggak pernah ada matinya. Sampe kamupun nggak nyadar apakah cintamu terbalas atau malah bablas. Pengennya tersambut malah tersumbat. Coba, gimana nggak hancur hati ini. Makanya kudu mikir-mikir dulu deh untuk mengucapkan kata love ini pada seseorang yang kamu sukai. Jangan sampe uang bayaran SPP jadi kepake Cuma untuk mendapat perhatian si dia. Waktu luang yang seharusnya digunakan umtuk hal-hal yang bermanfaat kamu gunakan untuk menuggu si dia yang belum tentu menepati janji.
Buat kamu para ikhwan harus hati-hati. Para akhwat tidak selamaya tertarik hanya dengan penampilan. Lagian jarang deh yang ngerti rahasi hati para akhwat. Jadi jangan kejebak ya ? soalnya wanita itu kalau dikatakan padanya aku cinta kamu, atau diberi perhatian yang lebih sebagai bukti kalau sedang dicintai seperti burung merpati. Pura-pura acuh tapi mau. Coba saja kalau diperhatikan malah buang muka. Sebaliknya nggak diperhatikan pasang tampang yang manis banget. Makanya jangan salah-salah amat kalau di film Titanic, mantan pacarnya Jack Dawson ketika ditanya tim ekspedisi pencarian Titanic tentang kenapa baru bilang sekarang soal kalung mutiara itu dan kisah-kisah dengan jack Dawson, dia bilang “ Rahasia hati wanita itu sedalam samudera”. Sulit ditebak.


And then, kebayang nggak sih dampak yang kamu peroleh dari virus merah jambu ini. Kalau cintanya yang bersambut sih nggak masalah. Justru hari-harinya selalu bahagia. Hidupnya lebih berwarna. Sepahit apapun jamu yang kamu rasakan tetap saja manis. sebau apapun tahi ayam rasanya seperti cokelat.
Tapi bagi kamu yang cintanya bertepuk sebelah tangan bagai mimpi disiang bolong. Sedih tiada akhir. Bagaimana tidak, orang yang selama ini kamu kagumi dan selalu menghiasi mimpi dikala tidur bahkan kamu simpan baik-baik dalam hati putihmu. Tapi tiba-tiba saja ia pindah kelain hati. Sakit baget rasanya.hidup menjadi tak bergairah. IPK dah mulai nggak karu-karuan. Itulah cinta bisa membuatmu ceria, berbunga, mulia, bahkan bisa mengajakmu ke surga. Tapi tak sedikit yang bisa membuatmu merana, kecewa, terlena, dan hati buta.
Stay cool aja ya ?

Harus itu !! meski hurufnya Cuma lima yaitu C-I-N-T-A tapi energinya melebihi semua huruf abjad yang ada. Dampaknya juga luar biasa. Kekuatannya bisa mencairkan hati dari kebekuan. Menerangi hati setelah kelam, juga bisa menguatkan jiwa dari kerapuhan. Fantastis bukan ? karena cinta itu hadirnya kayak lirik lagu yang mengawali setiap penayangan sinetron Disini Ada Setan ” Kau tahu….kurasa hadirmu antara ada dan tiada”, makanya nyikapinya juga jangan berlebihan deh. Apalagi didramatisasi.
Tetap gunakan akal sehatmu. Jangan sampe ketika cinta datang menggoda, baik disadari atau tidak kamu memanfaatkan perasaan itu sangat nggak bijak, bahkan cenderung hawa nafsu yang berbicara. Misalnya kamu sudah berkerudung rapi, karena merasa terganggu sama keberadaan si dia ( baca: suka ), kerudung kamu dibuat gaul untuk menca-cari perhatiannya. Karena si dia nggak juga merespon, aksimu malah buka kerudung. Berdandan semenor mungkin. Sang Arjuna juga nggak mau kalah , karena yang dikecenginnya wanita cantik, anggun, dan berjilbab pula, kamu buru-buru manjangin jenggot biar dibilang ikhwan. Maksud hati biar wanitanya melirik makanya manjangin jenggot. Alih-alih biar dibilang laki-laki sholeh tapi malah salah. Berjenggot sih boleh saja tapi kalau telinga diberi anti-antig, dus hidung di tindik, orang bisa nyangka yang bukan-bukan, ini kambing seperti sapi atau sapi yang kayak kambing.
Percuma saja tampilan ikhwan tapi sholat nggak pernah, merit kartu gaple malah sering. Jujur saja itu nafsu apa akal sehat. Makanya kamu juga harus tahu kalau perubahan yang kamu lakukan bukan semata-mata untuk I dia. Itu sih murahan.

Tak tergesa-gesa ungkapkan cinta
Perasaan menyukai seseorang itu sulit kamu sembunyikan tapi kamu juga harus punya wawasan tentang cinta, wujud dari cinta itu sendiri, dan dampak dari cinta bila tak terpenuhi dengan benar. Jangan buru-buru ungkapkan cinta. Pelajari sedetail-detailnya tentang cinta. Apalagi kalau kamu sampai tentang sejatinya cinta. Salut deh buat kamu.

Mencari cinta hakiki

Karena cinta itu memang sudah dari sononya, susuh di hilangin. Paling nggak kamu juga harus tahu kepada siapa cinta itu berhak kamu labuhkan. Jangan asal seruduk ( kayak banteng aja ). Kasus aborsi dan penyakit menular seksual sebagai bukti kalau fenomena ini terjadi bukan tidak di awali dengan rasa cinta saja. Tapi pengetahuan kamu tantang cinta sejati sangat minim. Sementara dalam diri kamu bersemayam keinginan untuk mewujudkan cinta. Gaswat banget khan kalau itu menimpa dirimu atau keluargamu.
Yupzz,, mencintai dan dicintai, adalah salah satu bukti Allah menciptakan rasa itu. Kata kang Doel Some-bang, “ Cinta itu anugerah maka berbahagialah sebab kita sengsara bila tak punya cinta ”. sayangnya, nggak banyak yang tahu apa itu cinta, lebih sedikit yang mencari tahu tentang hakikat-nya. Banyak orang memberi definisi, tapi kalimatnya susah kita pahami.
Berbahagialah kita karena Rasulullah sang pembawa risalah memberikan tuntunan yang membimbing dan mengajarkan kepada kita tentang arti cinta yang hakiki. Allah berfirman : katakanlah “ jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yamg kamu khwatiri kerugiannya. Dan rumah-rumah tempat tingggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusun-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang –orang fasik ”.( QS. At-Taubah [19] : 24 )
Jadi. Nggak usah bingung bin gelisah kepada siapa kamu berikan cinta ini. Islam punya jawaban tentang rasa ini. Tidak mengekang dan tidak juga membebaskan tanpa batas. Boleh saja kamu curahkan perasaan cintamu pada orang-orang disekitarmu. Tapi kamu juga harus bisamenempatkan rasa itu dengan wajar. Jangan berlebihan. Karena hakikatnya cinta itu hanya pada Allah saja, jangan pernah deh untuk bela-belain berbuat nekat, maksiat lagi. Cukup Allah dan Rasul-Nya saja cinta sejati ini kamu berikan, di jamin nggak salah alamat dus bertepuk dua tangan. Kita boleh memelihara cinta kepada lawan jenis. Syaratnya, tetap ngikut semua aturan Allah dan Rasul-Nya. Itu semua sebagai bukti bahwa kita juga cinta kepada Allah dan Rasul-Nya yamh telah memberikan aturan buat kita semua.

Tips menyikapi cinta

Heyy…heyy, masih pada bacakan?? Biar tambah keren, kayaknya kamu juga mesti tahu deh beberapa tips untuk menyikapi rasa cinta.
Pertama. Be silent, sikapi dirimu dengan tenang. Ini penting lho. Kalau gayung bersambut sih it’s oke, gimana kalau bertepuk sebelah tangan ?? tapi ingat-ingat lho ? semua itu harus sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Nggak boleh menerapkan aturan sendiri, buat yang sudah siap menikah ( kayaknya nggak ada ya ?.hehehe), silahkan langsung ke penghulu. Buat yang belum siap jangan nekat.
Kedua. Waspada. Cinta itu bisa berwujud bunga bahkan nggak sedikit yang berwujud api. Hati-hati menggunakannya, eh, hati-hati menyikapinya.
Ketiga. Tidak mudah tergoda. Nah kalau yang ini harus ngakar pada diri kamu. Gunakan akal sehat dan taati syariat.
Keempat. Tanyakan pada yang ngerti. Ini jurus yang nggak boleh kamu lupa. Kalau belum ngerti juga tanyakan pada mbah nya yang ngerti.
Kelima . cari ilmunya. Benar kata Imam Malik, “ ilmu itu harus didatangi bukan mendatangi ”. bagaimana kamu bisa meraih cintanNya sementara kamu malas mencarinya.
Bersambung......

KREATIF ATAU MATI…???

Oleh : Muarif *


“kalau takut dilebur ombak, jangan berumah di tepi pantai”. Begitulah pepatah mengatakan. Artinya, kalau tak berani ambil resiko, janganlah berbuat sesuatu, karena berbuat sesuatu selalu ada resikonya. Namun, kita sering lupa, bahwa tidak berbuat sesuatu pun sesubgguhnya ada resikonya; ditinggalkan waktu dan dilupakan oleh sejarah. Gerbong waktu tidak akan pernah berhenti, ia terus berjalan mengangkut berbagai muatan. Pilihannya tunggal, kita harus masuk. Dan di sana, suka atau tidak suka, sudah menunggu beragam masalah.
Dalam keseharian, kalau boleh analogikan sebagai orang yang terbiasa hidup di laut bahwa masalah hidup tak ubahnya laksana ombak yang menebas pantai, tak pernah berhenti sesaat pun sejak semula jadi. Jangankan berhenti, jeda pun tidak. Adakalanya ombak itu kecil, ketika itu dia menjadi “ayunan” anak-anak nelayan, tapi tempo-tempo ombak itu besar dan berubah menjadi monster (tsunami).
Begitupun kehidupan manusia. Berkejar-kejaran, timbul-tenggelam, naik-turun, ke tengah-ke tepi. Ada daur ulang yang tak pernah berubah, selalu berulang walau tak pernah sama. Dan ombak itu selalu sajabergulung-gulung berlarian menuju pantai, menerpa, membelai, kadang menerjang, sepi sesaat, tapi kemudian datang lagi dan datang lagi.

Waktu adalah kawan sekaligus musuh terbesar manusia. Dia datang tanpa salam dan pergi tanpa basa-basi. Waktu tidak akan pernah mau berkompromi dengan manusia, dan tidak akan pernah tertaklukkan. Hari demi hari, pekan demi pekan, dan tahun demi tahun, terus saja berlalu. Kelahiran dan kematian pun kemudian lalu-lalang, memperkokoh keperkasaan sang waktu.


Meski hidup manusia terkungkung dalam kekuasaan waktu, manusia harus tetap melakukan sesuatu untuk membuat waktu tidak “semena-mena” memperpendek sebuah kehidupan dan memupus sebuah harapan. Harus ada upaya perlawanan agar setiap manusia dapat “memperpanjang umurnya”. Sesuatu yang dapat memperpanjang umur itu adalah karya. Sebuah karya lahir dari proses pemikiran, pemahaman, dan pencarian makna. Dengan karya itu seorang manusia yang telah pergi tidak akan pupus, tapi terus disebut, entah dengan pujian entah pula dengan makian.
Di tubuh himas telah banyak tim kreatif handal; ada Rina Hafid (spesialis blogger), ada Syamsud Dhuha (spesialis perhubungan) dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, jika itu ditingkatkan dan ditransformasikan pada yang lain, tentu akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi himas secara keseluruhan.
Untuk kawan-kawan yang lain tidak ada kata terlambat, dan jangan sampai terlambat, hingga menunggu di luar gelanggang, baru kemudian memandang ke arena dan mulai berkicau. Memang tidak setiap artikel atau sebuah tulisan atau buku misalnya harus menyelesaikan semua masalah. Tapi paling tidak dengan kretaifitas (entah menulis atau semacamnya) sebagai tanda bahwa kita masih hidup.
Sebagai anak dari kepulauan dan bagian dari anak negeri, kita sesungguhnya berutang pada sejarah. Tradisi keberaksaraan atau tradisi menulis adalah hal yang ikut membesarkan kegemilangan Tanah Air, bahkan tercatat dengan tinta emas. Jika kita menyingkap bilik sejarah, maka kita dapat menyaksikan dan merasakan bahwa gemuruh agenda intelektual itu sudah berlangsung sejak lama. Tanda sejarah itu diberikan melalui keluasan pikiran, dan kesantunan tutur bahasa. Itu terlihat pada banyaknya karya-karya tulisan yang tersebar di mana-mana. Ada sejumlah penulis yang tidak perlu saya sebutkan di sini dari generasi terdahulu hingga ke generasi sekarang ini. Sejarah yang demikian agung itu membuat saya dan kita semua berutang, dengan terus berkreatifitas, saya dan kita semua berharap dapat “mencicil” seberapa pun yang kita mampu.
Kalau boleh jujur, terus terang saya “respek’ atas gagasan para alumni untuk meluncurkan buku, mungkin ini baru tahap awal, tapi itu tidak terlalu masalah buat saya, karena paling tidak gagasan muntuk meluncurkan buku adalah karena lahir dari kegelisahan yang demikian kompleks. Dan, kita berharap dari buku yang akan diluncurkan itu bisa menjadi “pangalatto’” : pertama, agar generasi-generasi mendatang bisa “membaca” dan menulis sesuatu yang “berbeda”. Kedua, agar tumbuh semangat berkarya (tidak hanya meratapi sulitnya hidup) sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada generasi mendatang. Dengan menulis buku semacam itu, barangkali sebagai upaya ingin melakukan sesuatu yang “lain”, tapi mungkin menurut sebagian orang sama sekali “tidak menarik”. Namun sekali lagi, kita hanya ingin memberikan makna yang lain dalam wajah peradaban kita.
Lewat tulisan ini pula, saya ingin memprovokasi beberapa kawan-kawan yang selama ini kedudukannya hanya sebagai pembaca gagasan orang lain, agar secara serius menggeluti dan menulis gagasan secara utuh. Provokasi ini saya lakukan karena beberapa dari mereka telah “mandul”: tidak lagi berkarya, dan atau memang mereka tidak pernah berkarya.
Menulis atau pun menerbitkan buku tidak mesti dimulai dari “pusat”. Kini saatnya harus dimulai dari “pinggiran”. Hanya ada dua pilihan; KREATIF ATAU MATI !
* Penulis adalah orang biasa yang terbiasa dengan kebiasaan yang biasa-biasa saja.

Bersambung......

MELIHAT KONFLIK JALUR GAZA DALAM SKALA PRIORITA

Oleh : Muarif

Perhatian dunia tersentak oleh agresi Israel ke Palestina. Aksi solidaritas pun digelar dimana-mana, bukan hanya di Indonesia sebagai Negara mayoritas umat muslim terbesar di dunia, bahkan hamper di seluruh dunia mengecam dan mengutuk aksi kebiadaban Israel itu.
Penggalangan dana dan obat-obatan dilakukan oleh berbagai Negara, Indonesia pun tak ketinggalan. Tercatat sebelumnya, 2 ton bantuan obat-obatan senilai Rp 300 juta dan uang tunai Rp 2 milyar diserahkan pemerintah Indonesia untuk membantu bangsa palestina. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kemudian meningkat menjadi US$ 1 juta atau 10 milyar (Harian Merdeka 5/1/09). Itu artinya, bahwa bangsa Indonesia selalu konsisten mendukung dan membantu perjuangan rakyat dan bangsa palestina.
Ketika saya dengan sengaja mengirim sebuah pesan singkat via sms kepada himas palopo :”apa respon himas palopo mengenai agresi Israel ke palestina?”. Jawabnya :”bahwa masalah palestina adalah masalah kita semua, sebagai wujud dari kepedulian kemanusiaan dan persaudaraan tauhidi, himas palopo bersama pihak STAIN dan DPD PKS Palopo terlibat langsung dalam penggalangan dana dan aksi solidaritas”. Namun saya pun mencoba membalas :”bantuan kemanusiaan yang diberikan pemerintah untuk palestina jangan sampai menyakitkan rakyat sendiri, karena masih banyak rakyat kita yang menderita. Ironis, Karena itu harus ada skala prioritas. Langkah yang diambil pun oleh pemerintah harus signifikan untuk menghentikan serangan Israel ke palestina”. Kemudian beliau membalas lagi :”memang bentuk kepedulian yang kita lakukan tidak cukup representatif dalam mengawal kebiadaban Israel, akan tetapi itu langkah awal untuk melakukan perlawanan, bahwa umat islam palestina tidak sendiri. Lalu solusi cerdas menurut anda bagaimana?”. Saya pun sengajatidak membalas balik.
Oleh karena itu, saya lewat tulisan “cakar ayam” ini sedikit berkecimpung ikut beropini dalam konflik yang terjadi di jalur Gaza itu.meskipun tulisan “tidak jelas” ini tidak bias menyelesaikan konflik yang trejadi di sana, tulisan ini tidak bertujuan untuk itu. Dan merupakan jawaban dari rasa penasaran himas palopo terhadap via sms saya.
Bahwa konflik yang berkepanjangan antara Israel-Palestina merupakan ketidakberdayaan masyarakat internasional. Salah satu organisasi utama PBB yang mestinya bertanggung jawab menghentikan agresi Israel adalah Dewan Keamanan (DK) PBB. Organisasi ini lumpuh karena tidka mampu mengeluarkan satu pun resolusi yang kuat memberi landasan bekerjanya mekanisme internasional untuk mengakhiri atau setidak-tidaknya membuka jalan bagi dihentikannya kejahatan Negara oleh Israel.
Resolusi DK PBB No. 1850 dan No. 1852 sama sekali tidka berfungsi. Selam 10 tahun terakhir, pertemuan komite sanksi DK PBB tidak ada satupun yang menyangkut masalah palestina. Pertemuan DK PBB bahkan tidak dapat menyepakati pernyataan mengenai situasi di jalur Gaza. Sementara kematian di jalur Gaza berlipat ganda (Harian Merdeka 5/1/09).
Langkah Badan-badan Internasional dan sejumlah Negara hanya terbatas pada tindakan kuratif atau kedermawanan social untuk bantuan kemanusiaan, bukan aksi-aksi konkrit untuk menghentikan agresi Israel yang kini menggerakkan mesin-mesin perangnya di laut, darat, dan udara secara intensif.

Salah satu upaya untuk menghentikan paling tidak untuk menyetop agresi Israel itu menurut dosen paramadina Abd Muqshid yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah pemerintah harus proaktif dalam menyelesaikan konflik di sana dengan melakukan diplomasi dengan palestina ataupun Israel. Meskipun cukup memiliki pengaruh dalam konteks diplomasi regional, Indonesia masih lemah dalam diplomasi internasional, terutama dalam diplomasi yang dilakukan untuk meredakan perang yang tengah berkecamuk di jalur Gaza itu. Langkah-lanhkah diplomasi yang dilakukan Indonesia menurut Happy Bone Zulkarnain (anggota DPR Fraksi Golkar) tidak signifikan karena masih menggunakan mekanisme “total diplomasi” dan bukan “konprehensif diplomasi”. Total diplomasi tidak efektif karena hanya dilakukan Departemen Luar Negeri (DepLu) dan pemerintah. Bentuk diplomasi seperti ini hanya akan menjadi konsumsi domestic bangsa Indonesia sendiri agar rakyat Indonesia bias terakomodasi perasaannya. Tapi tidak berpengaruh meredakan konflik.
Karena itu, Indonesia harus mengupayakan konprehensif diplomasi yaitu diplomasi yang tidak tunggal. Maksudnya, tidka hanya dilakukan oleh pemerintah Indonesia namun juga memanfaatkan Negara-negara yang mempunyai hubungan diplomasi dengan Israel.
Senada dengan itu, Permadi dari Fraksi PDIP menyatakan sama, ia tak yakin upaya diplomasi Indonesia meredakan konflik di jalur Gaza bakal berhasil. Apa yang dilakukan Indonesia selama ini merupakan langkah-langkah normative. Langkah-langkah diplomasi Indonesia sangat tidak efektif bahkan memble.
Himas Surabaya dalam melihat ini tidak teralu memberikan respon yang berlebihan. elihat konflik Israel-palestina harus secara proporsional dan bijaksana. Ia bukan saja bermotif agama, tapi juga ekonomi, politik dan lain sebagainya.
Mudah-mudahan tulisan singkat ini menjadi pengobat rasa penasaran himas palopo terhadap via sms saya. Dan kita pun semua berharap agar konflik di jalur Gaza cepat selesai agar tidak memakan jumlah korban yang lebih banyak lagi. Tinggal kekuatan doa yang kita harapkan. Semoga !

Bersambung......